- Gunakan kacamata kerja setiap saat, meskipun sudah tersedia penutup kaca pada roda gerindanya;
- Selalu periksa kondisi roda gerinda dari keretakan. Ketuk roda gerinda dengan tangkai obeng, bila suaranya nyaring berarti baik, dan sember beararti ada keretakan. Jaga kecepatan roda gerinda sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut;
- Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar;
- Gunakan roda gerinda sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya;
- Jangan memakankan (to feed) terlalu cepat, benda kerja antara dua senter kemungkinan akan tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan roda gerindanya;
- Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel mesin gerinda;
- Ketika mengasah roda gerinda (dressing / truing) pastikan intan pengasah terletak pada posisi yang kuat dan benar;
- Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang digerinda;
- Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan roda gerinda diundurkan atau dijauhkan agar tidak mengganggu pemasangan;
- Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda;
- Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.Pemuaian akibat pendingin yang kurang baik menyebabkan permukaan benda kerja menggeliat di beberapa bagian, sehingga pada saat benda kerja dingin, permukaannya tidak rata.
Tampilkan postingan dengan label Keselamatan Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keselamatan Kerja. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 November 2011
Tip Keselamatan Kerja Mengerinda
Minggu, 27 November 2011
Penyebab Kecelakaan Kerja
Dari pengalaman selama ini dapat diketahui bahwa penyebab kecelakaan pada garis besarnya dapat dibagi atas dua golongan, yaitu :
- Kecelakaan yang disebabkan oleh karena keadaan yang berbahaya, misalnya tidak ada pengamannya, peralatan kerja yang rusak, instalasi yang tidak memenuhi syarat, lantai yang licin dan sebagainya.
- Kecelakaan yang disebabkan oleh tindakan-tindakan yang berbahaya, yang umumnya ditimbulkan oleh tingkah laku manusia sewaktu bekerja.
Pada
umumnya kecelakaan yang terjadi adalah akibat dari kedua golongan
penyebab tersebut di atas, yang kalau dianalisa secara mendalam, dapat
diuraikan lagi menjadi tiga faktor, sebagai berikut :
1. Faktor lingkungan kerja.
Faktor
lingkungan kerja yang penting dan perlu diperhatikan adalah kebersihan,
pertukaran udara di dalam ruangan, penerangan, dan tata ruang dari
mesin dan peralatan kerja. Jadi supaya tidak terjadi kecelakaan perlu kita perhatikan :- Kebersihan, misalnya lantai tidak licin karena tidak adanya kotoran berupa minyak pelumas.
- Pertukaran udara di dalam ruangan dapat berlangsung dengan baik sehingga tidak perlu terjadi seseorang tenaga kerja kehilangan kesadaran karena kekurangan udara bersih (oksigen).
- Penerangan dijaga agar kapasitasnya mencukupi, sesuai dengan sifat pekerjaan yang dilakukan.
- Tata ruang harus dijaga agar mematuhi persyaratan, misalnya tidak terlalu sempit dan mudah bagi lalu lintas barang atau orang.
2. Faktor mesin dan peralatan.
Faktor mesin dan peralatan yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, adalah :- Pengaman-pengaman harus dipasang pada mesin, sesuai dengan persyaratan – persyaratan keselamatan kerja.
- Peralatan-peralatan pengaman yang dipakai oleh mekanik harus dijaga agar tetap pada kondisi yang baik, sehingga benar-benar dapat berfungsi sebagai pengaman dalam kerja.
3. Faktor manusia atau tenaga kerja.
Faktor manusia yang menyebabkan terjadinya kecelakaan biasanya adalah :- Kelalaian
- Kekurangan pada keterampilan atau kecakapan dalam bekerja
- Kekurangan yang terdapat pada fisik dan mental si tenaga kerja.
Supaya
pencegahan kecelakaan dapat terlaksana dengan baik, maka harus
dilakukan usaha-usaha agar ketiga faktor penyebab kecelakaan tersebut di
atas tidak berada pada kondisi yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.
Sumber : Kapten Purbo Awin Niarto, S.Si
Sabtu, 15 Oktober 2011
Resiko Kesehatan Penggunaan MDF
MDF
dibuat dari batang kayu terutama bagian cabang (diameter kecil) atau
jenis kayu yang tidak memiliki nilai kekuatan tinggi yang dicampur
dengan bahan pengikat sehingga menjadi lembaran-lembaran papan. Proses
produksi yang melalui begitu banyak langkah kerja menghasilkan beberapa
hal yang bisa menimbulkan resiko bagi kesehatan kita sebagai 'end user'
maupun sebagai produsen.Debu
Pada setiap lembar MDF yang anda terima dari gudang distribusi anda bisa temukan lapisan tipis debu pada permukaan MDf. Debu tersebut sangat kecil ukuran partikelnya dan berpotensi menimbulkan asma terutama bagi pekerja di area produksi (pembelahan, pemotongan, amplas dan lainnya).
Atau pada furniture kantor, meja komputer dan kabinet TV yang baru saja anda beli, akan bisa ditemukan lapisan debu yang tipis (terutama pada bagian bawah). Resiko ini lebih besar akan berhubungan langsung dengan pekerja pabrik furniture. Oleh karena itu penting untuk diketahui dan dimengerti untuk senantiasa menggunakan jenis masker yang tepat bagi karyawan yang bekerja di area produksi.
Formaldehyde
Pada dasarnya, produksi papan buatan menggunakan lem yang dibuat dari resin Formaldehyde untuk merekatkan partikel kayu dan debu menjadi lembaran papan. Bahan Kimia Formaldehyde dikenal bisa menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan dan bahkan paru-paru walaupun hanya pada level kontak yang rendah.
Menurut IARC (International Agency for Research on Cancer), sebuah sub organisasi dari WHO (World health Organization) menemukan bahwa debu kayu merupakan 'carcinogen'(penyebab kanker) dan Formaldehyde juga disebutkan adanya kemungkinan yang sama pada level carcinogen 3, yang berarti memiliki potensi untuk menjadi penyebab kanker, sehingga pada pemakaiannya harus diberikan pengganti apabila memungkinkan atau mengurangi pemakaiannya sekecil mungkin.
Bagi
konsumen pemakai, apabila anda baru saja membeli sebuah set furniture
almari atau meja kerja yang terbuat dari lembaran papan MDF atau
partikel board lainnya, aroma khas akan keluar dari furniture anda dan
kadang-kadang akan terasa pedih di mata apabila kita terlalu dekat
terutama ketika membuka pintu. Itulah sebabnya sebaiknya apabila baru
saja membeli almari yang terbuat dari bahan papan buatan, sebaiknya
biarkan pintu-pintunya terbuka selama beberapa hari sebelum digunakan.Standar Amerika dan Australia membatasi emisi Formaldehyde pada MDF maksimum 0.3 ppm (parts per million). Di jerman dan beberapa negara Skandinavia justru memberikan batas lebih rendah yaitu 0.1 ppm. Pengukuran kadar emisi Formaldehyde ini bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium dengan metode khusus.
TINDAKAN PREVENTUFf
Pemilik perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan. Satu langkah yang bisa diambil adalah dengan 'hanya' menggunakan MDF E1 (low emission), yang berarti memiliki kandungan di bawah batas maksimum apabila memungkinkan. Beberapa produsen MDF saat ini juga telah mulai mempromosikan jenis MDF E1 yang sesuai dengan standar internasional.
Bagi produsen:
Debu dari proses MDF tidak mungkin dihindari, oleh karena itu untuk mengeliminasi resiko,
1. Ventilasi udara yang baik di dalam ruang produksi akan sangat berguna.
Exhaust harus bekerja dengan baik agar bisa dipastikan ruang produksi selalu bebas dari debu MDF.
2. Para karyawan yang bekerja juga harus selalu membersihkan tempat kerja agar bebas dari debu.
3. Manajemen harus menyediakan masker dan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan kulit, karena Formaldehyde bisa mengakibatkan iritasi kulit.
4. Karyawan harus selalu menggunakannya pada saat bekerja dengan MDF.
5. Melapis permukaan MDF dengan bahan finishing walaupun hanya dengan lapisan dasar.
Bagi Konsumen:
1. Biarkan pintu dan laci pada furniture yang baru saja beli terbuka tanpa digunakan selama beberapa hari atau minggu untuk 'melepaskan' kandungan Formaldehyde dari bahan papan buatan.
2. Tanyakan kepada penjual furniture tentang jenis MDF yang mereka gunakan. Untuk furniture menggunakan jenis E1 pasti lebih mahal.
Sumber : http://www.tentangkayu.com
Bagaimana Kecelakaan Kerja pada Mesin Terjadi?
Penyebab utama kecelakaan kerja antara lain adalah kurang berhati-hati,
kesalahan dalam menilai resiko dan rasa letih pekerja. Hal lainnya yaitu
kurangnya pemahaman terhadap cara kerja mesin, tidak ada petunjuk
penggunaan mesin, perlengkapan pakaian yang kurang memadai, kondisi
ruang kerja terlalu gelap atau sempit dan kondisi mesin kurang sempurna.Faktor yang paling berperan adalah pendidikan terhadap operator mesin agar selalu meletakkan keselamatan kerja pada prioritas nomor satu. Untuk ini sebaiknya manajemen produksi senantiasa memberikan pelatihan atau briefing bersama untuk sekedar menyegarkan ingatan dan 'awareness' para operator mesin.
Hal-hal tersebut seharusnya bisa dihindari apabila kita melakukan persiapan-persiapan sebagai berikut:
- Biasakanlah selalu membaca petunjuk manual dari sebuah mesin sebelum menjalankan mesin tersebut, terutama mesin yang baru.
- Kenali setiap detail penting pada mesin misalnya titik-titik bahaya, tombol pengaman pemutus hubungan listrik dan sebagainya.
- Coba lakukan semacam 'test drive' namun dalam keadaan mesin mati. Sehingga anda akan bisa mengantisipasi beberapa hal yang mungkin kurang nyaman dan aman.
- Apabila menurut anda pekerjaan mesin tersebut harus dilakukan oleh dua orang, jangan pernah melakukannya sendiri. (no compromise)
- Jangan pernah memaksa diri anda menggunakan mesin ketika sedang dalam keadaan kurang sehat atau sakit.
- Apabila terasa letih dan capek, berhentilah menggunakan mesin dan istirahat secukupnya.
- Hanya gunakan mesin sesuai dengan fungsinya.
- Pikirkan setiap detail langkah penggunaan mesin. Anda harus memahami dengan baik setiap langkah pengerjaan mesin.
Perlengkapan pengaman pada mesin yang biasanya sudah termasuk pada waktu membeli mesin senantiasa harus dipasang. Operator mesin yang tidak mengenakan alat perlengkapan pengaman yang sesuai juga membuat resiko kecelakaan lebih besar. Alat-alat perlengkapan tersebut misalnya sarung tangan terutama di ruang sawmill, google atau kacamata pelindung dan earplug.
Sumber : http://www.tentangkayu.com
Minggu, 02 Oktober 2011
Langkah-Langkah Melakukan P3K
Dalam kehidupan ini, pasti sering sekali terjadi kecelekaan, dari kecelakaan kecil maupun besar. dan jika kita tidak sempat memangil pertolongan atau ambulance, lebih baik kita melakukan P3K yaitu sebagai berikut :
- Lakukan Pertolongan Pertama
pemimpin P3K memberikan petunjuk pada yang lainnya yang memindahkan korban pada tempat yang lebih aman jika diperlukan, dan melakukan pemeriksaan utama untuk mengetahui dan memberikan pertolongan jika kondisi penderita sangat fatal. Pemimpin P3K harus meletakan pemeriksaan ABCD (airway + breathing + circulation + deadly bleedng) dan melakukan CPR (pernapasan buatan) jika diperlukan. - Lindungi Korban
Pemimpn P3K harus mewaspadai tanda-tanda dan gejala-gejala shock. selain itu juga, memberikan perlindungan, pakaian kering, dukungan psikologis, dan perawatan yang sensitif. - Periksa Luka Lainnya
Pemimpin P3K harus memeriksa jika ada luka atau keluhan lainnya pada korban, dan mencatatnya agar bisa dilaporkan pada tenaga medis nantinya. - Buat Rencana
Ketua Kelompok, setelah berunding dengan pemimpin P3K, harus memutuskan cara yang baik untuk melakukan evakuasi korban. - Membawa Korban
Jaga dan ingat kebutuhan korban. secara teratur memeriksa dan memonitor keadaan korban dan juga kemajuan rencana evakuasi.
- Airway : membuka jalan saluran pernapasan.
- Breathing : memberi pernapasan buatan.
- Circulation : memacu kelancaran aliran darah yang terhenti sementara yang ditunjukan denyut jantung atau tekanan darah untuk menghasilkan denyut.
- Deadly bleeding : mencegah bila terjadi pendarahan yang hebat.
Sumber : PENJASORKES | Sparno . Suwandi | PT Bumi Aksara
Senin, 12 September 2011
Alat Pemadam Api
Alat Pemadam Api Ialah semua jenis alat ataupun bahan pemadam api, bentuk dan bahannya bermacam-macam.
Bentuk atau bahan alat pemadam api bisa berupa air, tabung pemadam api, hydrant equipment, ataupun alat pemadam tradisional seperti karung basah yang dibasahi dengan air.
Pengertian Tabung Pemadam Api
Tabung pemadam api yaitu alat pemadam api yang berupa tabung pemadam api dengan berbagai Jenis ukuran dan type media, mulai dari tabung pemadam api ukuran 1 Kg sampai dengan ukuran 68 kg.
Tabung pemadam api dapat dibagi dua (2) menurut ukuran yaitu:
- Tabung Pemadam Api Portable Unit
Ukuran dari tabung pemadam api portable unit dihitung mulai dari 1 kilogram sampai dengan 9 kilogram.
Catatan:
Khusus untuk tabung pemadam api dengan media (isi) Carbon dioxide dihitung mulai dari ukuran 3 kilogram sampai dengan 6,8 kilogram (standart)
- Tabung Pemadam Api Mobile (Trolley) Unit
Catatan:
Khusus untuk tabung pemadam api dengan media (isi) Carbon dioxide dihitung mulai dari ukuran 9 kilogram sampai dengan 45 kilogram (standart)
Media atau isi daria tabung pemadam api adalah dry chemical powder, carbon dioxide (Co2), Foam AFFF, Hallon (Gas Pengganti Hallon | 141B) dan hal penting yang perlu anda ketahui bahwa tabung pemadam api mempunyai kelas kebakaran yaitu kelas kebakaran Type A, Kelas Kebakaran Type B, dan kelas Kebakaran Type C
Sumber : http://sonickfire.blogspot.com/

Entri Populer
Pengunjung



Materi TIK-PTD